Cintai Puncak, Cintai Hutan - Aston Ciloto Puncak

Hutan, siapapun tahu manfaatnya bagi kehidupan manusia. Tapi tidak setiap orang sadar dan mau memiliharanya. Tidak perlu jauh-jauh melihat hutan rimba di Kalimantan atau Papua, tengok saja di lingkungan sekitar, bisa dipastikan banyak hutan kecil yang kelestariannya terancam.

Di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat misalnya, di tengah hamparan perkebunan teh terdapat hutan lebat yang tidak banyak diketahui orang. Sayangnya keberadaan hutan tersebut terancam akibat perubahan tata ruang.

Sejumlah orang gusar dengan kondisi tersebut. Mereka adalah sekelompok orang yang sering melakukan pelbagai kegiatan di sekitar hutan tersebut. Dari kegusaran, terbentuklah Komunitas Pecinta Hutan Puncak, sekelompok masyarakat yang berupaya menjaga kelestarian hutan-hutan di kawasan Puncak, Bogor.

Mereka awalnya hanya melakukan kegiatan dengan sepeda gunung di kawasan itu. Menikmati alam, menjelajahi hutan sambil gowes. Semakin sering mereka bersentuhan dengan hutan maka semakin tumbuh rasa cinta mereka dengan hutan,  sehingga tidak hanya sebagai manusia yang menikmati alam tetapi berubah menjadi manusia yang mencintai alam.

Pasukan Swakarsa, mereka dengan intens melakukan kegiatan bersepeda gunung, menapaki kebun teh, menyusuri jalan setapak, lalu menembus hutan lebat. Lalu mereka berkerjasama dengan Perum Perhutani KPH Bogor dan dengan agrowisata nusantara 8 untuk menjaga kelestarian hutan.

Tidak hanya itu, kampanye untuk melestarikan lingkungan juga disebar kepada siapapun yang mereka temui, secara rutin komunitas tersebut melakukan gelar service day yang terkait dengan pelestarian hutan.

Menjadikan Puncak sebagai Wisata Heritage, nah wisata heritage itulah yang diyakini akan menumbuhkan rasa cinta. Yakni, konsep wisata yang didasarkan pada warisan nilai-nilai kekayaan budaya dan lingkungan.

error: Content is protected !!
× How can i help you?